Breaking News

PERWALI SEGERA DITERBITKAN, PELANGGAR PROKES AKAN DIKENAKAN SANKSI DENDA

 



Sorong papua barat -tabloid npp Setiap perorangan atau unit-unit usaha dan perkantoran, akan diberlakukan sanksi berupa denda jika tidak mematuhi peraturan Protokol Kesehatan (Prokes). Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan dan hindari kerumunan."TIDAK ADA LAGI SANKSI LISAN DAN TERTULIS"



Hal tersebut ditegaskan Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kota Sorong, Ruddy R. Laku, S.Pi.,MM pada jumpa pers yang berlangsung di depan Posko Satgas Covid-19 Kota Sorong, Senin (14/9/2020).


Adanya pemberlakukan sanksi tersebut, masih terkait dengan bertambahnya jumlah orang yang terkonfirmasi positif baru yang semakin banyak, termasuk dengan penambahan 51 orang pada hari ini (Senin, red).


Kata Jubir, tim Satgas Covid-19 telah memberikan laporan kepada Walikota Sorong, Drs. Ec. L. Jitmau, MM, terkait penerapan sasnksi bagi pelanggar protokol kesehatan. Dari laporan tersebut, Walikota telah menyetujuinya, sehingga langkah selanjutnya adalah dengan mempersiapkan Peraturan Walikota (Perwali).


“Perwali tersebut akan ditandatangani Walikota, dan selanjutnya tim Satgas Covid-19 akan melakukan sosialisasi selama kurang lebih empat hari. Setelah itu akan diberlakukan di Kota Sorong,” ucap Jubir.


Disampaikannya juga, akan ada Sanksi yang berlaku bagi pelanggar protokol kesehatan, dimana sanksi yang diberikan bukan berupa lisan ataupun tertulis, melainkan berupa denda. Sanksi berupa denda akan diberikan kepada perorangan dan pelaku-pelaku usaha, termasuk perkantoran yang tidak menerapkan protokol kesehatan.


Alasannya, tim Satgas Covid-19 Kota Sorong sudah memberi teguran berupa lisan kurang lebih selama tiga bulan, dimana hal tersebut merupakan bagian dari teguran. Kini, saatnya akan diberlakukan sanksi berupa denda.


Diberlakukannya sanksi tersebut, juga dengan melihat kondisi bertambahnya kasus Positif Covid-19 di Kota Sorong yang semakin meningkat. Selain itu, banyaknya masyarakat di kota ini yang belum mematuhi atau melaksanakan peraturan protokol kesehatan dengan baik. 


“Informasi ini diberitahukan kepada masyarakat, agar kita semua menyadari bahwa virus ini berkembang cukup cepat di kota ini. Kita bertanggung jawab untuk menghentikan penularan Covid-19 di Kota Sorong. Oleh sebab itu, jangan melihat dari sanksi Perwali yang diberikan, tetapi hal ini memerlukan kesadaran kita bersama untuk menerapkan protokol kesehatan, guna menghindari penyebaran Covid-19,” kata Jubir. (Satgas Covid-19 Kota Sorong.)


(Timo)

Tidak ada komentar