Breaking News

MULAI PENUH,KAPASITAS RUMAH SAKIT DAN DIKLAT TAK MAMPU TAMPUNG PASIEN COVID -19 KOTA SORONG

 



Sorong papua barat -tabloid npp. Dalam penyampaian juru bicara covid 19 kota sorong bahwa“Kami khawatir karena kapasitas penanganan Covid-19, baik di rumah sakit maupun di Diklat Kampung Salak tidak mampu menampung kasus-kasus terkonfirmasi,” demikian kata Ruddy R. Laku, S.Pi.,MM selaku Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Sorong, Senin (14/9/2020).



Disebutkan, sebelumnya pihaknya telah menginformasikan kepada masyarakat terkait sarana dan prasarana di rumah sakit yang saat ini sudah penuh, termasuk tempat karantina Diklat Kampung Salak. Oleh karenanya, besar harapan agar masyarakat mau menerapkan protokol kesehatan.



“Kalau ini kita biarkan dan terus berlanjut, kami khawatirkan jika kapasitas penanganan Covid-19, baik di rumah sakit maupun di Diklat Kampung Salak tidak akan mampu menampung kasus-kasus terkonformasi,” ucap Jubir


Himbaunya, masyarakat mau menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, rajin mencuci tangan dan menghindari kerumunan. Hal ini perlu diinformasikan, agar masyarakat dapat menyadari, bahwa virus Corona berkembang cukup cepat di Kota Sorong. 


“Dalam hal ini, semua mempunyai tanggung jawab untuk menghentikan penularan Covid-19 di kota ini. Patuhi protokol kesehatan guna mencegah penularan virus Covid-19. Jaga diri kita sendiri, jaga keluarga kita, dan saling menjaga satu sama lain,” papar Jubir


Dikatakan juga, kapasitas penanganan pasien Covid-19 sekitar 70 sampai 75 orang. Oleh karena itu, pihaknya akan menyiapkan beberapa hal untuk melengkapi sarana tersebut, guna mencapai kapasitas dimaksud. Apalagi, hingga saat ini masih ada 339 sampel yang masih diperiksa di laboratorium. 


“Memang kami berpikir untuk menyiapkan sarana altenatif untuk penampungan lain, tapi kami masih butuh kesadaran masyarakat.  Jadi kami berharap masyarakat dapat memahami kondisi saat ini. Kami harus merelokasi kasus positif supaya tidak menyebar. Jika dibiarkan, maka penyebarannya akan semakin cepat dan bertambah banyak, sehingga kapasitas yang disiapkan tidak akan mampu menampung secara keseluruhan,” kata Jubir lagi.


Soal RSUD Sele be Solu, lanjut Jubir, saat ini sudah penuh. Begitu juga dengan kapasitas Diklat Kampung Salak yang kini juga hampir penuh. Akan ada penambahan kapasitas untuk mengantisipasi terjadi lonjakan-lonjakan yang tidak diinginkan.  Selain itu, kapasitas rumah sakit rujukan Kampung Baru  juga akan ditingkatkan, sehingga dapat menampung  dan mengantisipasi perkembangan Covid-19 di kota ini.


“Walikota sudah memberi perintah agar ke depannya sudah tidak ada lagi izin untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa seperti, olahraga, pernikahan dan lainnya. Itu tidak akan diizinkan lagi oleh pemerintah kota, dengan tujuan untuk menghindari penyebaran Covid-19 pada saat kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan,” ucapnya.

(Timo)

Tidak ada komentar