Breaking News

JUBIR SATGAS C-19 KOTA SORONG: “COVID-19 BUKAN BUATAN PEMERINTAH DAN SATGAS”

 



Sorong papua barat -Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Sorong, Ruddy R. Laku, S.Pi.,MM dengan tegas menepis isu yang beredar di masyarakat, terkait virus Covid-19  adalah konspirasi pemerintah daerah. Beredarnya isu ini seiring dengan bertambahnya kasus konfirmasi positif  baru di Kota Sorong yang terus meningkat. (Senin,14/09/2020)


“Kami sangat menyayangkan jika ada masyarakat yang masih berpikir seperti begitu. Virus Covid di Kota Sorong sudah menyebar. Hasil pemeriksaan sampel ini bukan bukan hasil rapid test dan bukan hasil duga-duga. Tapi ini adalah hasil pemeriksaan dari labiratorium  Makassar, rumah sakit Kampung Baru dan laboratorium Pertamina,” papar Jubir.



Ditegaskan, semua hasil pemeriksaan tersebut adalah sah alias legal, sehingga jika ada yang tidak percaya, boleh langsung melihat sendiri ke Diklat kampung Salak. Sebut Jubir, jumlah pasien terkonfirmasi positif yang masih dirawat di tempat karantina tersebut sebanyak 64 pasien.


“Kami melaporkan perkembangan covid-19 bukanlah menduga-duga, bukan perkiraan dan bukan hasil rapid test. Tapi itu semua adalah hasil pemeriksaan swab di laboraturium kesehatan Makassar, rumah sakit Kampung Baru dan Pertamina,” tegas Jubir lagi.


Diakuinya, semua laboratorium yang melakukan pemeriksaan sample/swab, merupakan laboratorium yang sudah teregistrasi dan punya kualifikasi untuk melakukan pemeriksaan. Dengan demikian, pihaknya berharap agar masyarakat tidak lagi berfikir bahwa virus Covid-19 adalah buatannya pemerintah atau buatan Satgas Covid-19. 


“Sama sekali tidak ada,” papar Jubir seraya menambahkan,  “ini ada bukti hasil pemeriksaan dalam laboratorium Makassar. Jaditidak ada istilah proyek. Semua kegiatan-kegiatan yang kami lakukan untuk pelayanan kepada masyarakat, dalam rangka untuk menekanan penyebaran Covid-19  di kota ini,” kata Jubir mengakhiri.


Perlu diketahui, maraknya isu yang beredar di masyarakat dunia dan Indonesia yang menuding bahwa, Covid-19 adalah konspirasi pemerintah, merupakan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.


Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia sendiri pernah mengklaim bahwa isu tersebut tidaklah benar. Isu tersebut tidak terlepas dari pesan berantai melalui Whatsapp dan facebook yang menyatakan bahwa virus corona atau Covid-19 merupakan konspirasi yang dilakukan dokter dan Pemerintah Daerah. 


(Timo)

Tidak ada komentar