Breaking News

Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Penerapan Dan Penegakan Perwali Nomor 17 Tahun 2020 Berakhir Hari Ini Tentang Penerapan Disiplin Dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan.

 




Sororong papua barat - Danrem 181/PVT Brigjen TNI yulius Selvanus pimpin apel gelar pasukan dan mulai hari selasa,29/09/2020 besok pagi Tindakan Sanksi Denda Diberlakukan.


Penerapan dan penegakan Peraturan Walikota (Perwali) Sorong nomor 17 tahun 2020, tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2020 di wilayah Kota Sorong, mulai diberlakukan besok, Selasa (29/9/2020). 



Danrem 181/PVT, Brigjen TNI Yulius Selvanus, pada apel gelar pasukan yang berlangsung di lapangan apel Makorem 181/PVT menegaskan, pihaknya akan melakukan sesuai dengan peraturan Walikota Sorong. Sebutnya, Kota Sorong berada pada urutan pertama dengan tingkat penyebaran Covid-19 di Provinsi Papua Barat, yang kemudian diikuti Kabupaten Bintuni dan Kabupaten Sorong pada urutan ketiga.



“Ke depan kita akan melakukan penindakan dengan hukuman sanksi denda, agar ada efek jera. Dengan demikian, kita mampu memutus mata rantai penyebaran covid 19 di Kota Sorong, sampai benar-benar zona hijau,” tegas Danrem.


Dirinya juga meminta keseriusan dari setiap petugas, agar dapat bekerja dengan baik dan bertanggung jawab. Dicontohkan, masyarakat diingatkan untuk melaksanakan protokol kesehatan dengan baik.



“Masyarakat mencari uang di luar, bukan mencari penyakit. Mereka harus menjaga diri dan keluarganya, serta orang lainnya. Mari ajak masyarakat, ingatkan masyarakat untuk berdisiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan. Cuci tangan pakai sabun, apabila berpergian dan pulang, harus ganti pakaian,” kata Danrem.



Senada dengan hal tersebut, Ketua Pengadilan Negeri Sorong, Willem Marco Erari, SH.,MH dalam sambutan mengatakan, diterbitkannya Perwali nomor 17 tahun 2020, merupakan suatu langkah yang baik, karena diperuntukan bagi pelanggar yang tidak menggunakan masker dan protokol kesehatan.


“Hari ini adalah batas waktu terakhir sosialisasi, sedangkan penyebaran virus corona di Kota Sorong semakin bertambah. Apakah kita harus menunggu lagi sampai  bertambah terus? Saran saya, hari ini harus menjadi batas terakhir sosialisasi. Selanjutnya saya kembalikan kepada walikota dan ketua gugus, apakah perlu waktu lagi untuk sosialisasi atau tidak,” kata Ketua Pengadilan.



Saran lainnya, selain Tindak Pidana Ringan (Tipiring) yang idberikan, perlu adanya spanduk dan baliho yang ditempatkan di beberapa titik keramaian, untuk mengingatkan masyarakat terkait batas akhir sosialisasi dan dimulainya penerapan sanksi dan denda. 


Sementara itu, Kapolres Sorong Kota, AKBP Ari Nyoto Setiawan, SIK menyampaikan, pos penindakan terhadap pelanggar protokol kesehatan akan ditempatkan di beberapa titik yang sudah ditentukan, dan itu akan berlaku mulai besok.



“Jika ada yang melanggar, akan ada tindakan hukuman di tempat bagi pelanggar protokol kesehatan. Tindakan berupa sanksi administrasi dan sanksi sosial. Dalam penindakan, kami akan di bantu anggota TNI dan satpol PP, yang juga akan diawasi oleh pihak pengadilan,” tutur Kapolres.


Di Waktu terpisah, Walikota Sorong Drs Ec. Lamberthus Jitmau, MM , menyerahkan kepercayaaan kepada Danrem 181/PVT, sebagai pengendali dan penangung jawab untuk dapat menekan dan memutus mata rantai penyebaran virus Corona di Kota Sorong.


Walikota juga akan menyurati semua instansi terkait, agar dapat bekerja sama dalam penanganan penyebaran virus Corona di Kota Sorong. Menurutnya, penyebaran virus corona sebagian besar berasal dan dibawa dari luar daerah Kota Sorong.

“Harapan saya, semoga apa kita lakukan ini, dapat menekan penyebaran covid-19 di Kota Sorong,” harap Walikota.


(Timo)

Tidak ada komentar