Breaking News

Proyek di Desa Sriamur Diduga Tak Kantongi Izin, Warga Gelar Aksi Unjukrasa


Bekasi, Tabloid NPP - Warga Desa Sriamur Kecamatan Tambun Utara Senin 26 Agustus 2019 Gelar Orasi Dugaan Proyek Pembangunan Di wilayah Kampung Turi Tidak Memiliki ijin.

AKP Hery wakapolsek Tambun berserta Personil Polri Siaga dalam Pengamanan jalannya unjuk rasa tersebut.

Forum Masyarakat Sriamur (FORMASRI) dengan Tuntutan untuk menyampaikan surat dan data-data penolakan terkait pengurugan tanah oleh pengembang untuk proyek perumahan di wilayah Kampung Turi Desa Sriamur Kecamatan Tambun Utara.

Forum Masyarakat Sriamur membentangkan bertuliskan- TANGKAP DAN ADILI !!! MAFIA Tanah TKD DI DESA SRIAMUR.


Tujuan dan tuntutan aksi unjuk rasa oleh Forum Masyarakat Sriamur (FORMASRI) menanyakan legalitas proyek pembangunan di kampung Turi RT 01/06 Desa Sriamur Kecamatan Tambun Utara yang diduga ilegal.

Aksi ini merupakan bentuk keluhan dari warga karena dampak dari proyek udara, salah satunya jalan berdebu, bising serta banguna rumah warga banyak yang retak.

"Kami mendesak pemerintah kecamatan Tambun Utara agar menjalankan tugas sesuai fungsinya,"ujar orator aksi. 

Pada pukul 10.50 WIB perwakilan warga diterima oleh Sekcam Tambun Utara H. Najmuddin S.Ag, sebanyak sembilan orang.

Sesuai dengan kesepakatan dialog antara warga dengan pemerintah kecamatan Tambun Utara pada tanggall 23 Agustus bahwa hari ini hanyalah penyampaian aksi karena dialog sudah kita laksanakan bersama.

Abdul Darip memohon dan meminta permasalahan ini agar disikapi dengan benar dan jelas.


Menurut Keterangan Ratna dari Paralegal LBH Jakarta, harusnya masyarakat diberikan penjelasan terkait aktifitas proyek tersebut. Karena yang masyarakat ketahui bahwa tanah tersebut adalah tanah TKD serta status hukum legalitas agar disampaikan, karena tidak ada penjelasan dan ketidaktegasan dari pemerintah akhirnya warga yang berdampak menjadi marah.

Keluhan Warga Rt 01/06 status tanah tersebut Pemerintah yang setingkat lebih tinggi harusnya memonitoring dan mengambil tindakan yang tegas dalam menyikapi.

Debu dari kendaraan proyek lalu lalang selama 24 jam, kebisingan akibat pembangunan proyek, kerusakan fasilitas umum salah satu nya jembatan, dinding retak akibat getaran alat berat.

Dari dialog yang sudah kita laksanakan dan mengatakan akan melakukan aksi unjuk rasa bahwa untuk membuktikan bahwa warga serius menyikapi permasalahan & mendorong pemerintah kecamatan Tambun Utara untuk bersikap jangan hanya diam, ujar Ratna

Sementara menjawab permohonan peserta aksi, Sekcam Tambun Utara mengatakan, Kami menerima aspirasi teman – teman mudah mudah satu atau dua minggu ada tindak lanjutnya karena dalam hal ini pemerintah kecamatan Tambun Utara tidak memihak kepada siapapun. Kami akan lakukan apa yang sesuai tugas dan fungsi yang kami emban, terang Sekcam. 

Warga akan menunggu langkah dan sikap pemerintah kecamatan Tambun Utara.

Warga akan memberikan dokumen pelanggaran kepada pihak kecamatan Tambun Utara sebagai bukti. (Rachmat)

Tidak ada komentar