Breaking News

Amanah Garuda Indonesia Menggelar Dialog Publik Bertema Menakar Kekuatan Pendatang Baru Makassar 2020


Makasar, TABLOID NPP - Kegiatan dialog publik yang diselenggarakan Amanah Garuda Indonesia di CCR Cafe And Resto jalan Toddopuli Makassar Minggu 25 Agustus 2019 yang menghadirkan beberapa narasumber, salah satunya Andi Rahman Nur, SE yang namanya sedang mencuat sebagai salah satu calon walikota Makassar 2020 mendatang. 

Kegiatan bertajuk dialog publik ini juga menghadirkan Rahman Pina legislator provinsi Sulawesi Selatan, Irwan Djafar politisi partai Nasdem yang juga anggota DPRD kota Makassar serta Andi Luhur Prianto salah satu pengamat politik dan pemerintahan Sulawesi Selatan (Sulses). 

Dalam pemaparannya Irwan Djafar menegaskan bahwa pilwali kota Makassar atau kontentasi pemilu dalam bentuk apapun tidak mesti Money politik tapi bukan berarti nol kost politik akan tetapi selama elektabilitas bagus, saya rasa partai politik juga akan banyak melirik contohnya Nasdem yang terkenal politik tanpa maharnya. 

Hal berbeda disampaikan Rahman Pina legislator DPRD provinsi Sulawesi Selatan menambahkan bahwa mungkin tidak ada mahar akan tetapi semua orang memahami bahwa politik itu butuh kost untuk menggerakkan mesin politik di bawah.

Disisi lain pengamat politik Sulsel Andi Luhur Prianto Menegaskan bahwa kandidat harus memahami beberapa hal yang menjadi tahapan pemilu itu sendiri, menurutnya kebiasaan calon kandidat sibuk turun sosialisasi dan temu konstituen tapi melupakan beberapa tahapan-tahapan menjelang pemilihan itu sendiri, tutupnya.

Dalam Kegiatan dialog publik ini Andi Rahman Nur memaparkan Meminta izin kepada publik untuk ikut sebagai kontestan sekaligus memaparkan bebrapa program yang menjadi konsennya ketika terpilih nanti sebagai walikota Makassar, jika elektabilitas kedepan bagus dan partai politik melirik sebagai kendaraan politik Maka insyaallah kita ikut berkompetisi, pungkasnya.

Andi Syamsul Rijal Sahib Salah satu tokoh pemuda yang ikut hadir dalam dialog publik ini sangat mengapresiasi kegiatan - kegiatan seperti ini, ini menjadi terobosan untuk menciptakan tokoh baru di kota Makassar untuk menghilangkan opini adanya klan tertentu. Publik perlu di beri edukasi politik bahwa kompetisi politik dalam hal ini pilwali Makassar harus mengusung konsep demokratis untuk menghilankan sekat2 yang terjadi di tengah publik, saya rasa kedepan kegiatan seperti ini harus intens di lakukan, sebutnya.

Seperti diketahui bahwa kota Makassar merupakan salah satu daerah yang ikut dalam dalam pesta demokrasi pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020. (Arfendi) 

Tidak ada komentar